Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Maps dan Bukit Golf Cibodas

  •     Obrolan santai di basecamp

Sebuah kosan salah satu teman, kami jadikan basecamp tempat berkumpul untuk bertukar pikiran, ide, gagasan sampai perdebatan pollitik. Beberapa kali juga kami menginap bersama ditempat tersebut karena asyiknya ngobrol atau Cuma karena malesnya pulang kerumah. Walau harus tidur berdesakan kami tetap bisa tertidur lelap Bersama disana.

Suatu saat kami mempunyai ide untuk melakukan camping Bersama, belum diketahui tujuan dan waktu dari wacana ini, tapi yang jelas kami harus mencari waktu yang tepat dengan kondisi keuangan yang tepat pula. Maklum saja, kami hanya beberapa orang mahasiswa yang nyambih dengan pekerjaan-pekerjaan seadanya. Ada yang menjadi guru, jasa otomotif dan pengusaha depot air isi ulang.


bukit golf cibodas


  •         Akan menjadi EO Camping

Diwaktu yang hampir bersamaan, kami mendapatkan tawaran untuk menjadi EO (event organizer) camping dari sebuah halaqoh pengajian yang akan melakukan dauroh keluar kota. Kita sepakat menjadikan Bukit Golf Cibodas menjadi tujuan camping nantinya.

Tapi na’as, qodarullah acara ini dibatalkan karena ada beberapa pertimbangan yang membuat acara ini tidak jadi dilaksanakan. Kami pikir kalau acara ini jadi, kami hanya perlu menyiapkan tempat, alat dan akomodasi lainnya, sekaligus menyatukan dengan rencana camping kami sebelumnya. Tapi apa mau dikata, acara dibatalkan dan kami Kembali kepada rencana awal saja.

  •        Penentuan tempat dan kendaraan

Kami sepakat ke rencana awal untuk melakukan camping dengan tujuan Bukit Golf Cibodas. Jujur, saya pribadi memang penasaran dengan tempat ini karena tergiur dengan foto-foto yang dikirimkan oleh salah satu teman yang baru-baru ini melakukan camping disana.

Sebenarnya sebelumnya kami juga pernah melakukan camping di Cibodas tapi bukan di Bukit Golfnya melainkan di Mandalawangi, kayaknya kurang lengkap kalau belum coba camping di Bukit Golf Cibodasnya.

Mengenai kendaraan, kami sepakat menggunakan sepeda motor untuk menembus kemacetan jalur puncak Bogor nantinya, kami pikir kalau menggunakan mobil akan memakan waktu yang lama karena pasti terjebak macet dijalur puncak dan kami juga baru ingat bahwa diantara kami memang tidak ada yang punya mobil juga sih. Hee

  • Berangkat sore hari

Kami memulai perjalanan jumat sore setelah pulang kerja, agar tidak kepanasan diperjalanan dan kita bisa lebih santai berkendaraannya. Kami ber 4 berkumpul di basecamp sekitar pukul 17.00 WIB, padahal sebelumnya kita sudah janjian habis ashar kumpulnya, tapi biasalah bukan orang kita kalau ga jam karet.

Sebenarnya kami juga sudah ditunggu oleh salah satu teman yang sudah janjian akan bertemu di daerah Sentul untuk melanjutan perjalanan ke Cibodas.

Sekitar pukul 19.00 WIB kami baru bisa berkumpul di Sentul, sayangnya 2 orang teman kami tertinggal jauh dibelakang, kami berusaha menghubungi mereka beberapa kali. Tapi sepertinya mereka sedang jalan jadi sedikit lama membalasnya.

  • -       NYASAR

Setelah tersambung dengan 2 orang yang tertinggal, kami meminta share loc terkininya, benar saja kekhawatiran terjadi, ternyata dia malah sudah mendahului kami dan parahnya lagi mereka bukan dijalur yang semestinya alias nyasar.hee

Kami langsung bergegas menyusul mereka berdua yang sudah terlanjur meluncur kesebuah pemukiman pelosok dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit untuk menuju titik yang mereka bagikan.

Beruntung saat ini kita sudah diberikan fasilitas teknologi aplikasi google maps yang memudahkan kita menuju tempat manapun yang masih terjangkau akses internet dan GPS.

Setelah menemui mereka berdua, kita melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jalur yang akan kita tempuh, kita putar balik lagi menuju arah yang benar. Dalam perjalanan kita merasa lapar dan akhirnya kita makan di salah satu Warung Nasi goreng padang yang ada di pinggir jalan.

Setelah menikmati masakan nasi goreng padang, kemudian kita belanja juga di Indomaret yang ada di dekat sana, kita lanjutkan perjalanan menuju bukit pelangi

Sebelum sampai di Bukit Pelangi kita belanja lagi ke warung yang menyediakan bahan bahan-bahan masakan seperti cabe, kemudian sayur-sayuran, bumbu-bumbu dan sebagainya.

  • -       BAYAR MASUK BUKIT PELANGI?

Ketika akan sampai ke pintu gerbang Bukit Pelangi kami dikejutkan oleh barisan motor yang sama-sama ingin masuk ke gerbang Bukit Pelangi. Ternyata di sana ada pembayaran untuk masuk ke daerah Bukit Pelangi yang dilakukan oleh beberapa orang entah itu security atau apa Saya juga tidak paham, disitu dimintakan uang untuk masuk ke daerah Bukit Pelangi padahal kalau siang hari kita masuk itu masuk aja enggak ada biaya untuk pembayaran apapun itu nggak ada kayak pintu gerbang gitulah tapi ketika malam hari itu kita disuruh untuk memberikan uang untuk masuk ke daerah Bukit Pelangi.

Nah setelah kita melewati daerah Bukit Pelangi di malam hari kita lanjutkan ke jalur Puncak, di jalur Puncak ini Alhamdulillah sedikit padat tapi tidak macet atau tidak parah macetnya, ya karena kita menggunakan sepeda motor mungkin ya.

Sebelum nyampe ke Cibodas kita putuskan untuk mampir dulu ke masjid At-Ta'awun yang ada di jalur Puncak Bogor, sampai disana kita istirahat, kemudian Salat, foto-foto dan kita lanjut untuk melakukan perjalanan ke Cibodas

  • BIAYA MASUK CIBODAS, PARKIRAN dan TIKET CAMPING BUKIT GOLF

Masuk Cibodas sendiri, Kita akan akan dikenakan biaya pintu masuk yang pertama itu K3 sekitar Rp5.000/motor. Setelah kita masuk kedalam, kita baru sadar lagi, ada salah satu motor rombongan kami yang ketinggalan, makanya kita mampir dulu ke salah satu warung yang dekat gerbang di sana. Kami sempat ngobrol dengan ibu pemilik warung dan dia memberitahu kalua mau ke bukit golf kita harus booking dulu sebelumnya, Nah itu saya lupa Kenapa saya tidak boking dulu sebelumnya, akhirnya ibu penjual warung itu menawarkan jasa untuk mempermudah masuk ke bukit golf tanpa booking dulu, si Ibu menelepon salah satu rekannya yang ada di sekretariat untuk memasukkan kelompok saya ke area camping bukit Golf dengan biaya standar.

Setelah salah satu teman kami yang tertinggal itu datang, kita lanjutkan ke arah Bukit Golf, sebelum masuk kita juga akan dikenakan biaya parkir, satu motor dikenakan biaya sekitar Rp8.000 kemudian kita baru mendaftar ke sekretariat yang dikenakan biaya 1 orang itu Rp30.000 Jadi totalnya itu sekitar Rp. 44.000 dan perlu diketahui juga itu dengan alat-alat sendiri yang kita siapakan sendiri, kita tidak sawa apapun, kita bawa tenda dari rumah bawa SB dari rumah bawa alat masak dari rumah bawa bahan makanan di rumah.

Sampai disana, Kami sempat bingung juga untuk memilih area camping, karena kita baru pertama kali ke sana. Kita mencari tempat yang memang nyaman untuk kita dan tidak menimbulkan masalah apapun Ketika nanti. Awalnya kita ingin camping di dekat Curugnya dengan membawa motor ke sana cuma jalannya sangat rusak. Akhirnya kita tidak jadi memasukkan motor ke sana, kita memarkirkan motor tetap di parkiran utama, kita putuskan untuk kemping di lapangan luas yang menghadap langsung ke Gunung Gede Pangrango

Tanpa basa-basi kami langsung mendirikan tenda dan menyiapkan segala sesuatu untuk istirahat karena sampai sana pun kita sudah pukul 12 malam.

view gunung gede dari bukit golf


Ketika kita sedang menyiapkan pendirian tenda ternyata di sebelah kami ada tenda lain dan belum tidur,bapak yang ada di dalam tenda itu menawarkan satu box gorengan kepada kami, sempat kaget awalnya kami kira itu adalah seorang pedagang, tapi tidak tahunya dia adalah memang seorang yang sedang camping juga di sana dan menawarkan makanannya kepada kita yang baru dating, Alhamdulillah.

Setelah tanda didirikan kita masuk ke dalam tenda semua, sebelum tidur kita memasak jahe untuk menghangatkan badan dan menghilangkan sedikit lelah selama perjalanan, kita tidak memasak banyak, hanya satu gelas untuk berlima kita putar bergiliran.

Timbul masalah baru kita hanya membawa 4 Sleeping Bag (SB) sedangkan yang kita butuhkan adalah 5, karena kita melakukan kemping sebanyak 5 orang, awalnya kami berncana akan sewa 1 SB, tapi karena sudah larut malam. Akhirnya 1 orang tidak menggunakan SB, hanya menggunakan selimut saja.

  • PAGI HARI

Hari mulai pagi kami pun bangun dari tidur di malam hari. suasana masih dingin menyelimuti. Tapi kita harus tetap keluar untuk melaksanakan kewajiban shalat dan menghirup udara segar pagi hari

Kami berencana untuk membuat masakan sarapan dengan menggunakan bahan-bahan makanan sudah kita belanjakan sebelumnya.

Salah satu teman menyiapkan bahan makanan, kami baru teringat bahwa ada beberapa alat yang tidak kita persiapkan, Kita lupa untuk membawa pisau untuk memotong cabe kita juga untuk lupa untuk membawa ulekan untuk menggerus cabe dan bahan makanan lainnya dan yang parah lagi kita juga lupa untuk membawa alat makan sebagai tempat makanan yang kita makan nantinya, akhirnya kami meminjam pisau ke orang tenda yang ada disebelah kami. untuk alat makan kami memutuskan untuk membeli di warung berupa sendok dan piring plastik.

Setelah sarapan kami menuju curu yang diceritakan tadi, curug yang sangat sederhana tidak sebesar curug yang ada di Cibeureum, tapi lumayanlah untuk hiburan dan Mengambil sumber air untuk kita masak nantinya.

Di sana juga kita membawa kompor dan memasak mie yang akan kita santap di dekat Curug tersebut, suasananya cukup adem, karena banyak pohon yang menutupi kita dari sinar matahari.

Setelah kita menikmati suasana yang ada di Curug, kita kembali ke tenda, ternyata suasana dalam tenda itu sudah panas sekali karena kita memasang tenda di tengah-tengah lapangan yang tidak ada penutup pohon sama sekali. Akhirnya kami beristirahat di bawah pohon dilokasi lain dengan membawa matras yang kita miliki.

Waktu terus berjalan, tanpa terasa Kondisi baterai HP yang kita miliki juga ikut berkurang, akhirnya kita ngopi di warung dengan menumpang charge HP agar bisa survive kembali.

Saat itu udara benar-benar panas di siang hari, akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan membereskan tenda yang sudah kita dirikan.

  •      PULANG

Kita pulang sekitar pukul 2 siang dan alhamdulillah Pada saat perjalanan pulang, Jalan Raya Puncak sangat lancar karena sedang di berlakukan sistem buka tutup dan kita berada di jalur yang sedang dibuka.

Tapi sayangnya saya bersama teman saya nyasar lagi, sempat bablas hampir ke Bogor kota. Setelah kamu sadar dalam posisi yang salah akhirnya kami muka Google Map untuk kembali ke jalur yang akan kita lewati.

Alhamdulillah camping kali ini berjalan lancer dengan berbagai hambatan yang ada seperti kurangnya alat, makan dan persiapan keuangan terutama, mudah-mudahan diperjalanan selanjutnya kita bisa memperbaiki dan bisa menikmati perjalanan pendakian maupun camping yang akan kita lakukan lagi nantinya.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini semoga bermanfaat, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Rian Sahrudin

*foto dalam artikel ini, hasil dari rekaman penulis, harap tidak disalahgunakan

1 komentar untuk "Maps dan Bukit Golf Cibodas"